KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
203. Bonifasius IX (1389-1404)
Bonifasius lahir di Naples, dengan nama Pietro Tomacelli. Terpilih menjadi paus pada 2 November 1389 pada saat berusia 34 tahun. Pembawaannya sopan dan baik, tidak seperti Paus Urbanus VI; ia berusaha memulihkan situasi Gereja yang memalukan dengan meminta pengertian paus tandingan Klemens VII. Ia juga melibatkan Raja Perancis, Charles VI tetapi tidak berhasil. Sementara itu, Klemens VII meninggal dan posisinya diambil alih oleh Pedro de Luna dari Spanyol dan memakai nama Benediktus XIII. Paus tandingan ini bahkan memperlihatkan sikap permusuhan yang lebih dari pada pendahulunya. Dia menolak segala bentuk negosiasi, mediasi maupun upaya perdamaian yang diajukan oleh Roma.
Paus Bonifasius IX mencanangkan Tahun Suci 1400 yang menarik begitu banyak peziarah sehingga menyebabkan wabah pes menyebar begitu cepat. Selama Tahun Suci , di Provence, mucul “Sekte Putih” (White Sect), sebuah persekutuan yang terdiri dari pria dan wanita mengenakan jubah dan kerudung putih dan memadati alun-alun kota sambil mencambuki diri mereka dan berteriak “damai dan belas kasihan”. Kendati Tahun Suci penuh keternangan, perselisihan antara Roma dan Avignon tetap berlanjut, bahkan menjadi lebih buruk.
Orang yang menghubungkannya dengan tindakan Paus Bonifasius yang dapat dipertanyakan, yaitu dia menggunakan indulgensi-indulgensi dan kekeyaan gerejawi untuk memperoleh sejumah besar ia yang ia butuhkan, memasang harga sangat tinggi dan tidak peduli terhadap peran masyarakat yang patutu dihargai. Diantara karya-karyanya, adalah pemugaran Kastel Santo Angelius di Roma dan pembangunan Universitas Ferrara. Ia tidak disukai oleh masyarakat yang memberontak pada dua peristiwa itu. Ia wafat pada 1 Oktober 1404 dan dimakamkan di Basilika St. Petrus.
|